Senin, 05 Desember 2011

AKU SAJA MUAK… BAGAIMANA DENGAN TUHAN?


Ku lihat merah putih telah memudar
Terkena sengatan matahari yang begitu menyengat
Tak lagi merah dan putih… warnanya kini telah memudar
Karena panas yang menyengat Dan debu yang menghias
Merah putihku nampak lesu di ujung tiang
Tanpa kibaran, bagai tanpa semangat.
Di ujung sana… Kulihat begitu banyak penghianat, Begitu banyak penindasan
Aku saja muak, bagaimana dengan Tuhan?
Sebelum datangnya azab…
Ku berusaha mengintip melalui celah dalam kegelapan, Ku mengetuk di balik pintu-pintu mereka
“Masih adakah yang terbangun di kegelapan ini..?”
Tapi tak satupun merespon bisikanku
Ku mohon bantu aku sesegera mungkin Menggotong indonesiaku
Jauh dari dari pantai yang nampak indah ini …
Karena ku tahu sebentar lagi akan ada tsunami
Ku takut luapan dan goncangan menenggelamkan Indonesiaku
Ku mohon bantu aku bersuara Untuk membangunkan indonesiaku dari tidur nyenyaknya
Di alam nan indah di kaki gunung merapi ini,
Karena ku tahu, sebentar lagi akan ada letusan dan erupsi
Ku takut debu dan kabut perlahan menyesakkan dada ibu pertiwi
Semua karena alam telah murka
kepada para pengkhianat dan para pengumpat
Mungkin juga kepada kita yang telah terlena oleh dunia
Lupa akan agama, dan tak sadar akan keberadaan Sang Pencipta
Aku saja muak, bangaimana dengan Tuhan?

(Senin 7 Februari 2011, muak dengan kondisi indonesia yang serba abu-abu)
(masalah century, korupsi, kemiskinan, Ahmadiyah Vs ISLAM, mafia dll adalah wahana para peguasa untuk bermain... bukti kematian Nurani.. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…)
(NURUL IFADAH. L (NUNU)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar